Sabtu, 19 September 2015

Peternakan Berbasis Integrated Farming System Sebagai Sarana Pembelajaran Dan Pemberdayaan Anak Yatim Serta Dhuafa Di Panti Asuhan Mafaza #Aksibarenglazismu

Peternakan Berbasis Integrated Farming System  Sebagai Sarana Pembelajaran Dan Pemberdayaan Anak Yatim Serta Dhuafa Di Panti Asuhan Mafaza #Aksibarenglazismu
Panti asuhan Yatim dan Dhuafa Mafaza berlokasi di jalan Veteran 93, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta. Lokasi panti asuhan ini tidak terlalu jauh dari Kota Yogyakarta dan strategis karena terletak di pinggir jalan besar. Panti asuhan Mafaza adalah lembaga sosial yang bergerak di bidang pendidikan dan pengasramaan anak asuh. Saat ini panti mengasuh 56 anak asuh yang terdiri dari yatim piatu, yatim, piatu, fakir dan miskin yang membutuhkan bantuan kebutuhan harian, pendidikan dan persiapan menuju masa depan yang mandiri. Untuk itu anak-anak ini sangat memerlukan pembelajaran dan pelatihan dalam berwirausaha untuk merubah nasib mereka menjadi lebih baik. Pelajaran tentang kewirausahaan sebenarnya juga telah dimasukkan dalam kurikukulum panti tetapi belum maksimal, terutama di usaha di bidang pertanian dan peternakan. Hal ini disebabkan karena kurangnya modal usaha dan pendampingan dari orang-orang yang lebih berpengalaman dalam bidang itu.



Sumber daya alam dan iklim di indonesia sangat mendukung untuk usaha di bidang peternakan dan pertanian. Sehingga salah satu keterampilan yang sebaiknya dikuasai oleh anak-anak panti ini adalah cara beternak dan bertani. Bidang pertanian dan peternakan seringkali tidak mendapat perhatian karena cenderung memiliki keuntungan yang kecil dan menghasilkan limbah yang memiliki dampak buruk bagi lingkungan. Inovasi yang akan kami diterapkan yaitu dengan integrated farming system atau sistem pertanian terpadu (SPT). Kami akan melakukan pelatihan ke anak-anak panti tentang cara memelihara sapi yang baik dan benar, membuat pakan sapi yang murah dan bergizi tinggi dengan proses fermentasi, membuat pupuk organik dari kotoran sapi, membuat pestisida organik dari urine sapi, dan bertani sayuran organik dengan baik dan benar. Dengan integrated farming system maka pertanian dan peternakan dapat dipadukan sehingga keuntungan dapat ditingkatkan dan tidak menghasilkan limbah (zero waste).

Integrated farming system atau sistem pertanian terpadu (SPT) merupakan suatu sistem berkesinambungan dan tidak berdiri sendiri serta menganut prinsip segala sesuatu yang dihasilkan akan kembali ke alam. Ini berarti limbah yang dihasilkan akan dimanfaatkan kembali menjadi sumber daya yang dapat menghasilkan (Muslim, 2010). Model integrasi tanaman ternak yang dikembangkan di lokasi beberapa daerah dan negara berorientasi pada konsep “zero waste production system” yaitu seluruh limbah dari ternak dan tanaman didaur ulang dan dimanfaatkan kembali ke dalam siklus produksi (Direktorat Jendral Peternakan, 2010). Komponen usahatani dalam model ini meliputi usaha ternak sapi potong, tanaman pangan (padi atau jagung), hortikultura (sayuran), perkebunan, (tebu) dan perikanan (lele, gurami, nila). Limbah ternak (kotoran sapi) diproses menjadi kompos & pupuk organik granuler serta biogas; limbah pertanian (jerami padi, batang & daun jagung, pucuk tebu, jerami kedelai dan kacang tanah) diproses menjadi pakan. Gas-bio dimanfaatkan untuk keperluan memasak, sedangkan limbah biogas (sludge) yang berupa padatan dimanfaatkan menjadi kompos dan bahan campuran pakan sapi & ikan, dan yang berupa cairan dimanfaatkan menjadi pupuk cair untuk tanaman sayuran dan ikan (Ali dkk, 2010).

Tahapan Program adalah sebagai berikut:

  • Persiapan kandang sapi dan peralatan-peralatannya

Persiapan kandang meliputi persiapan alas kandang, dinding kandang, dan atap kandang. Peralatan yang dibutuhkan antara lain: pacul, arit, tali, ember, dll

  • Pelatihan pemeliharaan sapi yang baik dan benar

Akan diberikan pelatihan pemeliharaan sapi yang baik dan benar, seperti manajemen pakan, manajemen pemeliharaan, manajemen kesehatan dan reproduksi sapi. Sehingga anak-anak panti mengetahui cara pemelihara sapi dengan baik dan benar.

  • Pelatihan pembuatan fermentasi jerami

Untuk pembuatan jerami fermentasi, jemur jerami basah selama 1 hari agar kadar airnya berkurang hingga tinggal 30-40%, tumpuk kira-kira 30 cm, taburkan probiotik starbio secara merata. Berikan diatasnya tambahan jerami lagi setinggi 30 cm, dan taburkan probiotik starbio lagi, begitu seterusnya. Lalu tunggu proses fermentasi selama 2 minggu. Setelah 2 minggu jerami fermentasi dapat langusng digunakan.

  • Pelatihan pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi

Pembuatan pupuk organik dapat dimulai dengan mengumpulkan kotoran sapi pada suatu tempat yang teduh atau tidak terkena sinar matahari secara langsung. Berikan Probiotik EM4 dan gamping untuk mempercepat proses penguraian kotoran sapi menjadi pupuk. Lalu aduk secara merata. Biarkan selama 2 minggu dan aduk campuran setiap minggunya.

  • Pelatihan pembuatan pestisida organik dan pupuk cair dari urin sapi

Urine sapi ditampung pada wadah tertutup, beri probiotik EM4, tambahkan empon-empon. Biarkan proses fermentasi selama 2 minggu dan dapat digunakan.

  • Pelatihan bertani sayuran organik dengan baik dan benar

Bertani sayuran organik meliputi cara perawatan seperti pengolahan tanah, pembibitan, pengolahan tanah, penyiraman, pemupukan dengan pemupukan organik, dan pemberantasan hama dengan pestisida organik sampai pemanenan.


14160942531227581475
Kegiatan Santri di Panti Asuhan Mafaza


Manfaat yang didapat oleh anak yatim dan dhuafa di panti asuhan Mafaza adalah meningkatkan kesejahteraan, meningkatkan jiwa kewirausahaan, dan memberikan keterampilan-keterampilan dalam beternak dan bertani melalui integrated farming system. Selain itu melatih anak yatim dan dhuafa di panti asuhan Mafaza cara membuat pakan sapi yang murah dan bergizi tinggi dengan proses fermentasi, melatih cara membuat pupuk organik dari kotoran sapi, serta melatih cara membuat pestisida organik dari urine sapi. Investor mendapat manfaat melalui program ini dengan ikut serta dalam program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan atau sustainable. Pemerintah daerah juga ikut terbantu dalam menciptakan lapangan-lapangan kerja baru untuk masyarakat.
Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

Sumber  : http://www.kompasiana.com/mnnn/peternakan-berbasis-integrated-farming-system-sebagai-sarana-pembelajaran-dan-pemberdayaan-anak-yatim-serta-dhuafa-di-panti-asuhan-mafaza-aksibarenglazismu_54f93db0a33311af068b495b

Nadia Aulia Putri
13/353779/PN/13496
A5

1 komentar:

  1. ANALISIS ARTIKEL

    Nama : KARTIKA DWI PRASETYANINGRUM
    NIM : 13131
    Golongan : A5
    Kelompok : 3
    a. Nilai penyuluhan
    • Sumber Teknologi / ide :
    Pada artikel ini terdapat ide yang mengambil konsep tentang perternakan yang berbasis integrated farming sistem, dimana konsep ini digunakan sebagai sarana pembelajaran dan pemberdayaan untuk anak yatim dan dhuafa di Panti Asuhan Mafaza.
    • Sasaran :
    Sasaran yang dituju pada artikel ini adalah anak-anak Panti Asuhan Mafaza yang berlokasi di jalan Veteran 93, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta.
    • Manfaat :
    Manfaat yang akan didapat dari konsep diatas bagi anak yatim dan dhuafa di Panti Asuhan Mafaza diantaranya adalah meningkatkan kesejahteraan, meningkatkan jiwa kewirausahaan, dan memberikan keterampilan-keterampilan dalam beternak dan bertani melalui integrated farming system. Selain itu melatih anak yatim dan dhuafa di panti asuhan Mafaza cara membuat pakan sapi yang murah dan bergizi tinggi dengan proses fermentasi, melatih cara membuat pupuk organik dari kotoran sapi, serta melatih cara membuat pestisida organik dari urine sapi. Investor mendapat manfaat melalui program ini dengan ikut serta dalam program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan atau sustainable. Pemerintah daerah juga ikut terbantu dalam menciptakan lapangan-lapangan kerja baru untuk masyarakat.
    • Nilai Pendidikan :
    Pada artikel in i terdapat nilai pendidikan, dimana konsep dari integrated farming sistem ini nantinya akan bisa dikembangkan dan diajarkan kepada anak-anak panti asuhan mafaza untuk melatih diri mereka agar memiliki kemampuan berwirausaha.


    b. Nilai berita yang terkandung dalam artikel :
    • Timeline : Berita atau ide yang dimuat dalam artikel tersebut tergolong ke dalam ide yang masih baru dan memiliki keterkaitan dengan isu swasembada pangan saat ini yaitu tentang peternakan berbasis integrated farming system.
    • Proximity : Berita yang terkandung dalam artikel tersebut bersifat dekat dengan sasaran secara fisik. Karena dalam hal ini para penyuluh akan memberikan bimbingan dan pelatihan secara langsung kepada anak-anak yatim dan dhuafa Panti Asuhan mafaza.
    • Importance : Tulisan atau berita yang terdapat dalam artikel tersebut bersifat penting dan dibutuhkan oleh sasaran. Karena dalam hal ini pihak penyuluh akan mengenalkan dan melakukan pelatihan mengenai peternakan berbasis integrated farming system kepada anak yatim dandhuafa di Panti Asuhan Mafaza yang bertjuan untuk meningkatkan keahlian mereka dalam berwirausaha untuk masa depan mereka.
    • Conflict : tulisan atau berita yang terdapat dalam artikel memiliki konflik atau beberapa permasalahan yang dapat dijadikan sebagai niali berrita yang sangat tinggi. Konflik yang terdapat dalam artikel tersebut diantaranya adalah kurangnya modal usaha dan pendampingan dari orang-orang yang lebih berpengalaman dalam bidang beternak maupun bertani. Selain itu bidang pertanian dan peternakan seringkali tidak mendapat perhatian lebih karena cenderung memiliki keuntungan yang sangat kecil dan limbah yang dihasilkan memiliki dampak yang buruk bagi lingkungan.
    • Development : Keberhasilan dari pengembangan konsep integrated farming system ini nantinya akan dapat meningkatkan keuntungan dalam bidag peternakan dan pertanian secara maksimal.
    • Weather : Dalam hal ini sumberdaya dan iklim di Indonesia sangat mendukung untuk usaa dibidang peternakan dan peranian.
    • Human Interest : Berita atau tulisan yang terdapat dalam artikel memiliki nilai human interest didalamnya. Dimana sasaran penyuluhan ditujukan untuk anak-anak yatim dan dhuafa di Panti Asuhan Mafaza. Anak-anak panti dan dhuafa yang akan diberikan bimbingan srta pelatihan tentang beternak dan bertani ini dulunya hanyalah anak-anak yang memang memiliki kekurangan secara moril yang membutuhkan bantuan pendidikan yang lebih untuk menunjag maa depan mereka. Point tersebutlah yang nantinya mampu memberikan daya tarik tersendiri.

    BalasHapus